Tuesday, November 25, 2014

Anakku terlambat bicara, speech delayed 4 END

Setelah hari itu asessment jam 8 pagi selesai jam 10, aku langsung ambil appointment jadwal terapi dan dimulai hari itu juga karena jadwalnya salah satu therapist ada yang kosong. Therapist di klinik ini sebagian besar adalah lulusan D3 pendidikan tumbuh kembang anak *aku lupa jurusan spesialisnya apa* dan merupakan bimbingan dari Dr Tri Gunadi.

Hal yang sangat menggembirakan kakak mulai dari jam 8 Assesment dilanjut terapi 2x 1 jam dengan 2 macam jenis terapi sama sekali tidak menunjukkan bosan, jenuh atau lelah, dia sangat SENANG !

Hasil terapi, dia termasuk anak ADHD, intinya hiperaktif, namun dalam kondisi yang tidak berat. Aku diminta untuk memantau makanannya dan menghindari kakak untuk makan makanan yang menganduung :
1. Gluten, berupa tepung terigu dsb, jadi alangkah baiknya menggunakan tepung tanpa gluten, seperti tepung beras, tepung ketan, tepung sagu, dsb
2. Cokelat, pemicu aktif anak salah satunya coklat, jadi sebaiknya dihindari
3. Gula, tidak diperkenankan makan apapun yang mengandung gula termasuk saat memasak apalagi makan kue

Sejak itu aku stop buat kue, kalau udah begini yang ikut puasa kue ya ayah, karena dia penggemar kue dan coklat. Sejak ini belanjaan aku alihkan untuk membeli lebih banyak sayuran hijau dan buah, beruntung anak anak dan ayah juga ga pernah aku biasakan beli biskuit, snackc atau gorengan dari luar, jadi merubah pola makan ini tidak terlalu sulit, hanya pembiasaan diri.

Hasil jadwal terapi yang harus diikuti sebanyak 6 jam seminggu yang dibagi menjadi 3, jadi 3x seminggu, hari Senin, Rabu dan Jum'at. Terapi yang diikuti :
1. Terapi wicara
2. Terapi behaviour
3. Sensori Integrasi
*pembagian jamnya aku lupa, nanti klo ketemu buku catatannya aku tulis lagi ya

Jadi sejak hari pertama, makanan yang dimakan kakak sudah aku jaga. Hasilnya alhamdulillah terlihat di hari pertama, dia bisa tidur jam 8 malam ! Biasanya jam 1 pagi baru tidur dan maunya lariaaan aja. Selain kebiasaan makan, di rumah sudah aku tulis jadwal kakak ngapain aja, misalnya pulang dari terapi makan, lalu dilanjut main sambil nyanyi, lompat dan berlarian, kemudian ngaji, lalu bermain kata buah buahan, kendaraan, pakaian, hewan, alat tulis, dsb dsb dan satu lagi kegiatan meniup balon atau meniup lilin, karena ini salah satu cara merangsang dia untuk mengeluarkan suara.

Selama proses terapi bahkan hingga sekarang, aku sangat ketat memberikan izin menonton kartun, games atau sebagainya. Karena salah satu pemicu anak malas bicara adalah terlalu banyak menonton tv dan bermain games sehingga tidak ada ruang komunikasi dua arah yang didapatnya.

Adakah perubahan? Ada jelas. Karena terapi? Bukan hanya terapi, terapi adalah salah satu sarana yang bisa orang tua juga pelajari bagaimana diterapkan di rumah. Karena di klinik ini orang tua berhak untuk melihat dari cctv. Tapi hal yang PALING PENTING adalah kemauan orang tua untuk support anak total dan tidak diberikannya peran ini ke orang lain. Karena itulah sejak itu aku memutuskan resign. Tidak ada lagi pikiran lanjut sekolah atau bekerja, aku ga perduli lagi orang sekitar membicarakan hal hal yang membuat aku down, aku hanya percaya dan mencari teman teman yang punya pikiran positif.

Seiring berjalannya terapi, kemajuan kakak sudah semakin baik. Gak lama aku daftarkan kakak ke taman bermain RE di Depok 2 tengah, yang metode belajarnya bagus banget, memang di gang dan tidak bonafit keliatannya, tapi jangan salah, pengajarnya aku bisa kasih jempol 10 deh, kontak anak didiknya luar biasa, selalu menyanyi dan bergerak, kegiatan rutin anak ga membuat bosen dan sama sekali tidak takut kotor *hal ini aku temukan juga di Kindergarten Jerman, saat ini aku tinggal di Jerman*. Alhamdulillah nya jadwal taman bermain ini pas banget 2x seminggu di hari Selasa dan Kamis, jadi sama sekali tidak perlu mengubah jadwal terapi.

Selain itu, di waktu luang, aku jadi lebih sering berkunjung ke rumah teman yang punya anak lebih dari satu, supaya ada interaksi sosial dengan kakak, walaupun kakak ga banyak bicara, setidaknya dia belajar juga bagaimana harus bersikap di rumah orang lain. So far so good, kalau di rumah orang lain dia tidak terlalu aktif beda dibandingkan di rumah sendiri, rumah eyangnya atau sepupunya.

Hal yang sangat aku perhatikan bagaimana dia konsentrasi terhadap sesuatu hal. Selama aku beri kegiatan belajar main bersama di rumah, aku selalu mencatat, hari ini dan seterusnya. Di awal, bisa dibilang konsentrasi terhadap satu hal hanya lima menit dan tiap lima menit harus berpindah jenis kegiatan. Bayangkan berapa banyak kegiatan yang aku siapkan tiap hari untuk menghabiskan waktu sepulang terapi sampai waktu magrib, dari jam 12 siang hingga jam 18.00. Semakin hari lamanya fokus pada suatu hal tertentu terus bertambah menjadi 8 menit, 10 menit, 15 menit dan seterusnya hingga sekarang, klo belum selesai dikerjakan ya ga akan berpaling ke lain hal. Tapi yang paling penting aku tidak membawanya untuk stres tapi lebih kepada kegiatan yang menyenangkan dan menarik, namanya juga anak 3 tahun, kegiatan apa sih yang ga menyenangkan ?

Terapi Yamet ini, aku ikutin selama 7 bulan, bulan berikutnya aku harus melahirkan anak ke 2. Jadi selama terapi ini semua aku awasi sendiri, sambil bawa mobil pertama kali nekat dan ternyata aku hamil. Alhamdulillah hingga hamil 8 bulan masih nyetir nganter sana sini, berguna banget pokoknya berani nyetir, ga perlu mengandalkan orang lain apalagi sampe ganggu jam kerja ayah, karena ga setiap hari kan ayah bisa punya waktu, kasihan nanti kerjaannya malah berantakan.

Ikutan partisipasi di 17 agustus komplek :)
 Hal positifnya, sifat aktifnya kakak aku salurkan ke alat alat bermain seperti sepeda, scooter atau sepatu roda. Alhamdulillah umur 4 tahun dia sudah bisa roda 2 lancaaaar, sejak bisa sepeda roda2, meluncur deh ke rumah eyang atau temen temennya sekomplek sendiri, kadang aku dibuat kalang kabut juga hehehehe...  Kakak punya banya teman walaupun bicaranya dalam satu kalimat suka tertukar dan cedalnya masih ada.

Sekarang, kami tinggal di Jerman, cedalnya memang sedikit memudar tapi berhubung dia sekolah di Sekolah dengan bahasa pengantar Jerman, ucapan bahasa Jermannya lebih bagus dari pada aku, heheheh jadi bukan cedal buatan tapi emang apa adanya :) Bahasa Indonesianya semakin bagus dan Bahasa Jermannya pelan pelan bertambah, walau terkadang dia suka lupa malah bicara bahasa Inggris sedikit, karena notabene bahasa kedua penduduk Indonesia adalah bahasa Inggris. Pernah suatu waktu di Kindergarten, dengan cueknya dia berhitung dengan temannya menggunakan bahasa inggris, lalu Erzieherin (Guru TK) nya mengarahkan untuk berhitung dalam bahasa Jerman. Aku yang liat cukup senyum saja dan tidak terlalu menekannya untuk bisa dengan cepat. Melihatnya bisa berbaur main dengan teman teman baru, aku sudah lega. Surprisenya, hampir semua anak di Kindergartennya tau namanya, jadi setiap dia datang dan buka lokernya, selau disambut panggilan anak anak lain dari umur 3-5 tahun "Hallo Afiqah" :)

Sibuk di acara Kindergarten Aubuckel dengan sahabatnya

Anakku terlambat bicara, speech delayed 3

Setelah konsultasi di salah satu RS anak di daerah cibubur, aku mendapati pemeriksaan dokter anak yang hanya menginterogasi orang tua dan sama sekali tidak menyentuh anak, jadi jawaban yang aku berikan disimpulkan oleh si dokter. Karena kurang sreg aku ga melanjutkan lagi pemeriksaan di sini.

Lanjut pemeriksaan di RS Harapan Kita untuk cek ke THT dan EEG bagian syaraf. Hasil dari THT dengan pemeriksaan dokter tanpa pemeriksaan intensif gelombang suara, dokter menjelaskan tidak ada masalah dengan pendengarannya, malah si dokter yakin tidak ada masalah dengan kakak, hanya dia aktif dalam segala hal. Saat ingin melakukan pemeriksaan EEG ternyata harus appointment dulu dan pasien harus dalam keadaan tidur, akhirnya kami menunda pemeriksaan ini dan kemudian menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu perlu.

Hal yang paling puas untukku, saat pemeriksaan terakhir di klinik Yamet Depok oleh dokter Tri Gunadi, dengan didampingi satu psikolog lagi, dia memeriksa kakak Afiqah selama satu jam penuh di ruangan bermain untuk eksplorasi tanpa kehadiranku, aku hanya bisa melihat assesmentnya melalui CCTV di ruang tunggu. Setelah melakukan pengamatan dan penilaian terhadap kakak, baru aku diminta masuk untuk diskusi dan beliau menjelaskan panjang lebar mengenai kakak. Aku faham dengan penjelasan si dokter dan si dokter juga faham dengan apa yang aku jelaskan, komunikasi 2 arah dengan penjelasan yang tidak men down kan aku sebagai orang tua seperti mendapatkan angin segar untukku. Bagaimanapun tidak ada yang ingin anaknya terlambat bicara bukan??

Hal yang lumrah namun tak patut ditiru sempat aku alami, bukan ejekan tapi penilaian orang lain yang terlalu dini bahkan menyudutkanku sebagai ibu. Mereka bilang di depan orang banyak "Mel, anakmu autis tuh, sampe sekarang belum bicara dan ga bisa diem" atau "Anaknya punya penyakit aneh!" atau juga "Kebanyakan buat kue sih, anaknya ga diurusin". Kalimat kalimat tersebut ga perlu didengar, bagiku mereka bukan dokter tapi berani menilai, tidak berilmu tapi berani bicara, karena jika orang berilmu mengenai hal ini, dia bukan memberi penilaian negatif tapi memberikan support dan solusi, bukan begitu?

Jadi banyak tawakkal dan istighfar saja. Di tahap ini seperti mendapat pencerahan kalau semua anak itu unik meraka punya fasenya masing masing, tidak bisa disamaratakan atau bahkan mengambil panutan juklak secara umum. Anak anak punya kelebihan yang lain daripada yang lain. PR bagi orang tua adalah menemukan bakat dan kelebihan si anak dan mengarahkannya ke hal hal yang positif. Yuk jadi orang tua yang POSITIF ! :)

Siapa yang ga gemes lihat anak bunda ganteng gini ?

Cerita yang terakhir disini

 

Friday, August 15, 2014

Cheesy Casserole

Pastel tutup

Kali ini aku buat casserole kentang, hasil browsing ide masak apa ya hari ini, ngabisin kentang dan keju stok di dapur. Baca baca resep sekilas ternyata kok mirip pastel tutup klo di kita ya (read Indonesia) :)
Anak anak ga terlalu suka kentang kecuali sup krim kentang atau kentang goreng. Padahal disini anak anak di Kindergarten makan siang ada menu kentang kasih saus keju plus timun (jerman : Gurken), simple? yup banget !  Karena itulah membiasakan anak anak mau dan suka makan kentang lebih baik daripada nanti di kelas ga mau makan, malah bingung deh :)

Mudah buatnya, anak anak doyan, tetap ada sayurnya!
Bisa menggunakan wadah sekali pakai atau ramekin satuan atau pyrex sesuai dengan ukuran oven.

Cheesy Casserole
by  Permai Sari Molyana Yusuf  

Bahan:
250 gram kentang, kukus dan haluskan, sisihkan
250 gram daging giling
3 bh wortel sedang, kupas dan parut kasar atau potong korek api
1 sdt oregano
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt ketumbar
1/4 sdt lada hitam
3 siung bawang putih haluskan
1/2 bawang bombay rajang halus
200 gram keju potong kotak, aku menggunakan elementaler cheese, cenderung melted atau melelh saat di panggang
1 sdm butter untuk menumis

Cara Membuat:
Isian daging:
Masukkan daging giling, panaskan hingga berubah warna dan matang, aka keluar sedikit minyak dari daging giling
Masukkan butter, bawang putih dan bawang bombay, tumis bersama daging hingga layu
Masukkan wortel, tumis hingga wortel melunak
Tambahkan semua bumbu garam, gula, lada, ketumbar, oregano dan daun bawang, tumis hingga matang dan sisihkan

Penyelesaian, siapkan pinggan tahan panas/ wadah siap pakai, tata isian di dalamnya, taburkan eju, tutup dengan kentang kukus yang sudah dihaluskan kemudian tabur keju dan oregano, panas oven suhu 180 selama 15 menit, hidangkan

Casserole step by step
Anak anak lebih senang dibuat casserole gini dari pada dimasak sayu sop potong kotak, mungkin karena bentuknya sudah halus dan mudah dinikmati ya. Isian daging kadang aku ganti ikan, jamur atau sosis, sesuai stok di dapur saja.

Salam Casserole !



Cheesy Casserole

Sunday, August 10, 2014

Pie Apple


Apple Pie
Beberapa kali buat apple pie tapi ga pernah nyatet pake resep yang mana, buatnya juga udah lama, alhasil lupa deh sama resep. Browsing sebentar lihat resep dan kali ini mesti nyoba resep baru, ditulis dan catatan mengenai resep yang digunakan, biar ga lupa lagi dan hilang lagi -__-"
Kali ini Pie Apple yang kubuat crustnya mengambil resep dari ricke yang aku sesuaikan dan isiannya, dikira kira sendiri :) sambil ngabisi granny smith, yang pada mulai bosen sarapan pake buah ini :D

Bahan crust :
300 gram margarin/butter
2 sdm gula halus (munjung)
500 gram tepung terigu protein sedang/all purpose flour
1 kuning telur, resep asli 3 kuning telur, karena adonan tampak lebih lembek dari yang aku perkirakan.

Cara membuat crust:
Campur semua bahan menjadi satu menggunakan pisau pastry atau garpu, hingga adonan tidak lengket di wadah dan menggumpal, sisihkan di kulkas selama 30 menit-1 jam, keluarkan kemudian digilas dan dibentuk sesuai kebutuhan ukuran loyang.

Bahan Isian:
6 buah granny smith/ 1 kg apel jenis granny smith, atau bisa menggunakan apel malang yang jenisnya renyah kriuk dan rasa asam manis.
1  sdt bubuk kayu manis peres
2 sdm kismis, rendam air hangat
sejumput garam
75 gram gula pasir
25 gram palm suiker atau brau zucker (jerman) atau gula merah iris tipis
30 gram Butter, untuk dimasukkan saat memasak apel
30 gram butter, dinginkan potong kotak
1 sdm maizena
1/2  bh lemon/ jeruk nipis, peras ambil airnya

cara membuat isian:
Kupas apel dan belah tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal
Campurkan gula pasir, palm suiker, sejumput garam dan air lemon, biarkan dikulkas selama 30 menit, agar juice apel keluar dan gula meresap.
Masukkan maizena kemudian panaskan dengan api kecil, ketika mengental dan apel mulai lunak, matikan dan campurkan butter ke dalamnya hingga meleleh.

Penyelesaian:
Cetak crust pada loyang, tata isian apel, lapisan pertama, kemudian masukkan potongan butter yang sudah dipotong, kemudian isi lagi sebagian isi hingga penuh, lalu tutup dengan crust, bisa dibentuk anyaman atau bentuk lainnya bisa dilihat di web nya Martha Stewart.
Apple Pie Step by step
Surprise banget saat menyajikan ini ternyata ayah sukaaaaaa ! dan aku suka buat ! aaaa pasangan serasi kita *ehem*, kalo aku mending milih tahu isi atau batagor deh hahahahaha.....lidah asli indonesia banget :D
Dan buat foto tinggal sepotong deh, sekali nyoba susah ngerem katanya ^_^"

catatan :
Resep crust yang aku gunakan ternyata terlalu lembek, sebaiknya next time dikurangi jumlah margarin/ butter nya menjadi 200-250 gram.
Resep ini menggunakan takaran gula yang sudah sangat aku kurangi, jadi yang berselera manis silahkan ditambahkan ya :)

Salam Pie!